Selasa, 16 Oktober 2012

BAB IV.Tujuan Dan Fungsi Koperasi


Badan Usaha
¢  Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah & aturan prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)
¢  Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan mengembangkan organisasi & usahanya
¢  Ciri utama koperasi adalah pada sifat keanggotaan; sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa
¢  Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan sistem manajemen usaha (keuangan, tehnik, organisasi & informasi) dan sistem keanggotaan (membership system)
Tujuan & Nilai
Perusahaan Bisnis
¢  Theory of the firm; perusahaan perlu  menetapkan tujuan
l  Mendefinisikan organisasi
l  Mengkoordinasi keputusan
l  Menyediakan norma
l  Sasaran yang lebih nyata
¢  Tujuan perusahaan :
l  Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost
Koperasi
¢  Berorientasi pada profit oriented & benefit oriented
¢  Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)
¢  Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No. 25, 1992)
¢  Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan
Kontribusi Teori Bisnis pada Success Koperasi
¢  Maximization of sales (William Banmoldb); usaha untuk memaksimumkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memuaskan para pemegang saham (stake holders)
¢  Maximization of management utility (Oliver Williamson); penerapan pemisahan pemilik dan manajemen (separation of management from ownership) dan maksimalisasi penggunaan manajemen
¢  Satisfying Behaviour (Herbert Simon); diperlukan adanya perjuangan dan usaha keras dari pihak manajemen untuk memuaskan beberapa tujuan yang telah ditentukan, seperti sales, growth, market share, dll.
Kontribusi Teori Laba pada Success Koperasi
¢  Konsep laba dalam koperasi adalah SHU; semakin tinggi partisipasi anggota, maka semakin tinggi manfaat yang diterima.
¢  Innovation theory of profit; perolehan laba yang maksimal karena adanya keberhasilan organisasi dalam melakukan inovasi terhadap produknya.
¢  Managerial Efficiency Theory of profit; organisasi  yang dikelola dengan efisien akan meraih laba di atas rata-rata laba normal.
Kegiatan Usaha
¢  Key success factors kegiatan usaha koperasi :
l  Status dan motif anggota koperasi
l  Bidang usaha (bisnis)
l  Permodalan Koperasi
l  Manajemen Koperasi
l  Organisasi Koperasi
l  Sistem Pembagian Keuntungan (Sisa Hasil Usaha)
Status & Motif Anggota
¢  Anggota sebagai pemilik (owners) dan sekaligus pengguna (users/customers)
¢  Owners : menanamkan modal investasi
¢  Customers : memanfaatkan pelayanan usaha koperasi dengan maksimal
¢  Kriteria minimal anggota koperasi
l  Tidak berada di bawah garis kemiskinan & memiliki potensi ekonomi
l  Memiliki pola income reguler yang pasti
¢  Konsepsi Keanggotaan Koperasi
Bisnis Koperasi
¢  Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
¢  Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas; dalam rangka optimalisasi economies of scale).
¢  Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat.
Model Konsep Skematis Modal Koperasi
 Alternatif Pemenuhan Modal
¢  Prinsip alokasi flow permodalan :
l  Dana jangka pendek digunakan untuk pembiayaan modal kerja
l  Dana jangka panjang digunakan untuk modal investasi
¢  Melakukan pendekatan model badan usaha non koperasi (swasta / persero), dengan berdasarkan atas saham kepemilikan.
¢  Akses permodalan pinjaman dan bantuan program dari luar negeri.

Sumber:  ahin@staffsite.gunadarma.ac.id

BAB II. Pengertian dan prinsip-prinsip koperasi


PENGERTIAN KOPERASI.

•          Definisi ILO (International Labour Organization)
•          Definisi Chaniago
•          Definisi Dooren
•          Definisi Hatta
•          Definisi Munkner
•          Definisi UU No. 25/1992

  • Definisi ILO (International Labour Organization)
Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu :
•          Koperasi adalah perkumpulan orang-orang
•          Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan
•          Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai
•          Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis
•          Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
•          Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang 

  •  Definisi Chaniago
•          Koperasi sebagai suatu perkumpulan  yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, 
       yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya
 
  • Definisi P.J.V. Dooren
•          There is no single definition (for coopertive) which is generally accepted, but the common principle is that cooperative union is an association of member, either personal or corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective
 
  • Definisi Hatta (Bapak Koperasi Indonesia)
•          Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki  nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’
 
  • Definisi Munkner
•          Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong

  • Definisi UU No. 25/1992
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan
5 Unsur Koperasi Indonesia
•          Koperasi adalah Badan Usaha (Business Enterprise)
•          Koperasi adalah kumpulan orang-orang  dan atau badan-badan hukum koperasi
•          Koperasi Indonesia koperasi yang bekerja berdasarkan  “prinsip-prinsip koperasi”
•          Koperasi Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”
•          Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”
UU No. 25/1992 Pasal 4 Fungsi Koperasi
•          Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya
•          Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
•          Memperkokoh perekonomian rakyat sbg dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sbg sokogurunya
•          Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi 

PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
•          Prinsip Munkner
•          Prinsip Rochdale
•          Prinsip Raiffeisen
•          Prinsip Herman Schulze
•          Prinsip ICA (International Cooperative Allience)
•          Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 12 tahun 1967
•          Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No. 25/1992
PRINSIP-PRINSIP MUNKNER
•          Keanggotaan bersifat sukarela
•          Keanggotaan terbuka
•          Pengembangan anggota
•          Identitas sebagai pemilik dan pelanggan
•          Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis
•          Koperasi sbg kumpulan orang-orang
•          Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
•          Efisiensi ekonomi dari perusahaan  koperasi
•          Perkumpulan dengan sukarela
•          Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
•          Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
•          Pendidikan anggota
PRINSIP ROCHDALE
•          Pengawasan secara demokratis
•          Keanggotaan yang terbuka
•          Bunga atas modal dibatasi
•          Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota
•          Penjualan sepenuhnya dengan tunai
•          Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak yang dipalsukan
•          Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip anggota
•          Netral terhadap politik dan agama
PRINSIP RAIFFEISEN
•          Swadaya
•          Daerah kerja terbatas
•          SHU untuk cadangan
•          Tanggung jawab anggota tidak terbatas
•          Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
•          Usaha hanya kepada anggota
•          Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
PRINSIP HERMAN SCHULZE
•          Swadaya
•          Daerah kerja tak terbatas
•          SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota
•          Tanggung jawab anggota terbatas
•          Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan
•          Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota
PRINSIP ICA
•          Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan  yang dibuat-buat
•          Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara
•          Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)
•          SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing
•          Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus
•          Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional
PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967
•          Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia
•          Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi  sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi
•          Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
•          Adanya pembatasan bunga atas modal
•          Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya
•          Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
•          Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri
PRINSIP KOPERASI
UU NO. 25 / 1992
•          Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
•          Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
•          Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
•          Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
•          Kemandirian
•          Pendidikan perkoperasian
•          Kerjasama antar koperasi

Sumber:  ahin@staffsite.gunadarma.ac.id

Senin, 15 Oktober 2012

BAB III. ORGANISASI DAN MANAJEMEN


Bab III .ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI 

1. Menurut Henel.
Merupakan bentuk koperasi / organisasi yang tanpa memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefiniskan dengan pengertian hukum. Menurut Henel, bentuk organisasi dibagi menjadi dua :
a) Esensialist.
Yaitu pengertian koperasi yang didefinisikan dengan pengertian hukum.
b) Nominalist.
Menurut pengertian nominalis, koperasi didekatkan dengan upaya kelompok individu yang bermaksud mewujudkan tujuan–tujuan umum yang kongkrit, melalui kegiatan ekonomi yang dilaksanakan secara bersama-sama bagi pemanfaatan bersama. Sehingga koperasi merupakan organisasi ekonomi yang otonom yang dimiliki oleh para anggota dan ditugaskan untuk menjang para anggotanya sebagai rekanan/pelanggan dari perusahaan koperasi.

2. Menurut Ropke.
Menurut Ropke, Koperasi merupakan bentuk organisasi bisnis yang para anggotanya adalah juga pelanggar utama dari perusahaan tersebut.

3. Menurut pendapat di Indonesia.
Bentuk organisasi di Indonesia Merupakan suatu susunan tanggung jawab para anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan tersebut.

B. Hirarki dan Tanggung Jawab.
 
1. Pengurus.
Pengurus koperasi adalah suatu perangkat organisasi koperasi yang merupakan suatu lembaga/badan struktural organisasi koperasi. Kedudukan pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota memiliki tugas dan wewenang yang ditetapkan oleh undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan lainnya yang berlaku dan diputuskan oleh rapat anggota. Dalam pasal 29 ayat 2 undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota, sedang dalam pasal 30 di antaranya juga disebutkan bahwa :
a) Pengurus bertugas mengelola koperasi dan usahanya.
b) Pengurus berwenang mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan.
Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah memimpin organisasi dan usaha koperasi serta mewakilinya di muka dan di luar pengadilan sesuai dengan keputusan-keputusan rapat anggota. Tugas dan Kewajiban tersebut antara lain adalah :
a) Mengelola koperasi dan usahanya.
b) Mengajukan rancangan Rencana kerja, dan belanja koperasi.
c) Menyelenggaran Rapat Anggota.
d) Mengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban daftar anggota dan pengurus.
e) Wewenang.
f) Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan.
g) Meningkatkan peran koperasi.

2. Pengelola.
Pengelola koperasi bertugas melakukan pengelolaan usaha sesuai dengan kuasa dan wewenang yang diberikan oleh pengurus. Tugas dan tanggung jawab seorang pengelola adalah sbagai berikut :
a) Membantu memberikan usulan kepada pengurus dalam menyusun perencanaan.
b) Merumuskan pola pelaksanaan kebijaksanaan pengurus secara efektif dan efisien.
c) Membantu pegurus dalam menyusun uraian tugas bawahannya.
d) Menentukan standart kualifikasi dalam pemilihan dan promosi pegawai.

3. Pengawas.
Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan. Pengawas bertindak sebagai orang-orang kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi. Berikut adalah tugas, dan wewenang, serta syarat menjadi Pengawas :
Tugas Pengawas.
a) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi.
b) Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.
Wewenang Pengawas.
a) Meneliti catatan yang ada pada koperasi.
b) Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
c) Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
Syarat-syarat menjadi pengawas yaitu.
a) mempunyai kemampuan berusaha.
b) mempunyai sifat sebagai pemimpin, yang disegani anggota koperasi dan masyarakat sekelilingnya.

C. Pola Manajemen.

1. Pola manajemen diantaranya yaitu sebaai berikut :
a) Menggunakan gaya manajemen yang partisipatif.
b) Terdapat pola job description pada setiap unsur dalam koperasi.
c) Setiap unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang berbeda (decision area).
d) Seluruh unsur memiliki ruang lingkup keputusan yang sama (shared decision areas).